Showing posts with label Journey. Show all posts
Showing posts with label Journey. Show all posts

Demam Pemilu

Beberapa minggu ini rakyat Indonesia sedang didera suatu demam yang sangat menghebohkan. Demam yang bisa membuat semua kalangan baik dari anak kecil hingga orang dewasa tidak henti-hentinya membahas hal ini. Ya, apalagi kalau bukan Pemilu presiden. Pemilihan umum yang diadakan lima tahun sekali untuk memilih pemimpin bagi Indonesia ini memang menyita perhatian seluruh rakyat Indonesia.

Masalah..

Pagi ini aku bersiap pergi ke pantai bersama salah satu temanku. Masih lumayan pagi, sekitar pukul 6 kami berangkat. Melihat hamparan air yang luas memang membuat hati tenang dan lupa akan semua masalah. Iya, beberapa hari ini hidupku dipenuhi dengan masalah. Banyak hal

Semangat Baru!

Pagi-pagi bangun, aku sempatkan membuka facebook dan berandaku penuh berisi ucapan dan harapan di bulan yang baru. Aku baru sadar bahwa hari ini adalah tanggal satu Oktober. Cepat sekali waktu berjalan, dan tentu saja banyak hal yang terjadi selama sebulan ke belakang.

Be Happy!


Life is never flat! Pernah dengar kan, ya dari suatu klan di televisi lah hehe. Tapi memang bener lo, hidup itu tidak akan mungkin datar-datar saja dan lempeng tanpa terjalan apapun. Kita sebagai manusia kadang harus dihempaskan ke belakang sejauh-jauhnya untuk kemudian mampu melompat ke depan dengan lebih dan lebih jauh.
Aku jadi ingat apa yang dibilang oleh salah satu dosenku, suatu istilah 'psikoneuroimunologi'. Lumayan panjang ya, jadi artinya psiko itu kan pikiran, neuro itu saraf dan imunologi sistem imun. Cerianya begini, stresor pertama kali ditampung oleh pancaindera dan diteruskan ke pusat emosi yang terletak di sistem saraf pusat. Dari sini, stres akan dialirkan ke organ tubuh melalui saraf otonom. Organ yang antara lain dialiri stres adalah kelenjar hormon dan terjadilah perubahan keseimbangan hormon, yang selanjutnya akan menimbulkan perubahan fungsional berbagai organ target.

Bapak itu..

Pernah mendengar peribahasa "sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit"? Aku punya satu cerita nyata dari seseorang di kampungku, sebut saja bapak budiman. Jadi waktu itu kan aku baru pulang dari sekolah, lumayan sore sih sekitar jam empat. Aku turun dari angkot bersama seorang bapak yang rumahnya tidak begitu jauh dari jalan raya. Aku menyapa bapak itu, "Sore, Pak. Baru pulang kerja ya Pak?". "Iya ni dek". Kami jalan pulang dengan mengobrol banyak hal, dan aku penasaran dengan isi karung yang dibawa si bapaknya. Aku kemudian menanyakannya dan bapak Budiman menjawab bahwa isinya batu. Aku sedikit kaget, loh batu? Buat apa bapak itu membawa batu? Mungkinkah beli? Tapi ah rasanya

Kisah Cinta Seribu Bangau Kertas


Jujur saja, artikel kali ini copy paste hehe. Sebenarnya aku menemukan satu artikel curhatan yang lumayan keren dari kak Ervina Lutfi. Menurutku artikel ini sangat menarik, makanya aku membagikannya. Baca yuk!

Is That 'Kasta'?

Aku sedang duduk di depan jendela saat aku melihat gerombolan semut berbaris di depanku. Aku memandanginya dengan seksama, sesekali satu semut berpapasan dengan semut yang lain dan terlihat seperti sedang bersalaman. Sempat terlintas di benakku betapa enak dan menyenangkannya ketika manusia diciptakan seperti mereka, selalu rukun dan tidak ada perbedaan kasta. Tapi aku langsung tersadar, bahwa mereka hanyalah semut pekerja yang mencari makan untuk koloninya, termasuk sang ratu semut yang memimpin mereka. Iya, di dunia hewanpun ternyata

Keep Moving!

Haduh, sudah beberapa hari ini aku tidak posting di blog ini. Beberapa hari ini aku sudah pindah di kos untuk mulai kuliah, ya lumayan sih mendapat suasana baru yang beda dari rumah. Baru saja aku selesai mengikuti ospek dan juga yang paling penting aku baru juga sembuh dari yang namanya 'homesick'. Tahu kan apa itu?

Happy Monday Morning!


Start with a cup of smiling coffee
Happy Monday! Wah, banyak yang bilang kalau hari senin itu hari yang paling sibuk dan melelahkan. Maklum, banyak sekolah atau tempat kerja yang mengadakan upacara tiap hari Senin, kemudian masih harus mengerjakan banyak hal. Tapi menurutku sama sih, hanya perbedaan yang mencolok terdapa pada harinya! Hehe.
Tapi coba deh, dipikir-pikir kenapa kita bisa menganggap hari

Stalker! Ups..

Wow! Mendengar kata stalker lumayan menggelitik nih. Stalker yang aku maksud di sini adalah stalker yang suka tongkrongin update-an kita di jejaring sosial. Pernah kan jadi stalker? Hayo ngaku deh, haha. Padahal aku sendiripun juga pernah. 
Ehem, jadi ceritanya dulu aku pernah suka

Be Honest! Jujurlah, dan kamu akan lega..

Aku sedang duduk dan mendengar lagu Adele ketika aku melihat anak-anak SD berlarian menuju sekolah pagi ini. Ekspresi polos penuh semangat dan terkesan tidak dibuat-buat membuatku tertawa geli. Seorang gadis kecil jatuh karena tertabrak temannya yang lain, aku kaget. Aku pikir dia mau menangis, tidak tahunya malah bangkit dengan tertawa keras. Yah, anak SD. Aku jadi teringat momen lucu dulu di SD. Sedikit memalukan memang, tapi aku sampai sekarangpun masih ingat kejadian itu.

Berfikirlah Sebelum Bertindak

Sepiring nasi sayur tahu dan segelas air putih menemani sarapanku pagi ini. Setiap suapan yang masuk ke mulutku kurasa nikmat dan terpenuhi dengan rasa syukurku. Entah kenapa, di tengah-tengah makan aku teringat akan satu kisah. Kisah ini tak jauh-jauh dariku, pelakunya tak lain orang yang memang aku kenal. Sebut saja namanya Ikhsan, laki-laki yang sekarang usianya sudah 30 tahun lebih. Sekitar sepuluh tahun lalu, ia menjalin hubungan dengan seorang gadis, sebut saja Rena. Hubungan itu memang berlangsung lama dan keduanya sangat dekat, meskipun sebenarnya hubungan itu berjalan tanpa restu orang tua. Sampai akhirnya si Rena hamil di luar nikah.

Secangkir Motivasi Pagi Hari Ini

Usai sholat subuh pagi ini, iseng-iseng aku membuat secangkir kopi. Yah, sedikit mengikuti gaya orang-orang besar mungkin. Aku meminum kopi itu seteguk demi seteguk, terasa nikmat memang. Lebih nikmat jika dibandingkan minum dengan tergesa-gesa. Di sela-sela minum, tiba-tiba lewat seekor kupu-kupu bersayap indah di depanku. Entah darimana kupu itu masuk ke rumah, yang jelas ia membangkitkan imajinasiku.

Rumah Gubuk Itu...

Hari ini, aku mengunjungi rumah salah seorang sahabatku yang terletak lumayan jauh juga dari rumahku. Aku bersiap berangkat dengan tas punggung yang memang selalu aku bawa. Lumayan berumur sih tas ini, tapi rasanya masih sayang untuk membeli yang baru. Perjalanan menuju tempat sahabatku itu, sebut saja namanya Sinta lumayan jauh. Aku harus ikut mini bus, kemudian ikut angkot sejenis isuzu yang menuju ke rumahnya. Lumayan penuh angkotnya, sampai badanku yang kecil ini 'dipepet' banyak orang.

up