Wow! Mendengar kata stalker lumayan menggelitik nih. Stalker yang aku maksud di sini adalah stalker yang suka tongkrongin update-an kita di jejaring sosial. Pernah kan jadi stalker? Hayo ngaku deh, haha. Padahal aku sendiripun juga pernah.
Ehem, jadi ceritanya dulu aku pernah suka dengan seseorang (rahasia pastinya). Tidak perlu aku ceritain lah, buka aib itu namanya hehe. Pokoknya rasa suka itu belum tersampaikan hingga sekarang. Nah, mulai saat itu aku stalking itu akunnya. Dari foto, update, sampai apa yang dia suka aku tahu semua itu. Haha gila juga ya? Tapi itu sih masih biasa, ada juga yang sampai saking penasarannya dia itu tidak pernah lupa mengecek akun si someone yang di stalking. Oh my God!
Lama kelamaan sadar juga kalau jadi stalker itu lumayan menyakitkan. Lumayan menggores kan ketika kita telah mengikuti seluruh kegiatannya tapi ternyata dia pun tidak pernah melirik kita. Apalagi, kalau statusnya berisi tentang seseorang yang lain. Aduh!
Oh, ya. Biasanya pelaku stalking itu bukan hanya dari pengagum rahasia, tapi dari semua kalangan, bahkan haters juga bisa. Bagaimana tidak? Haters itu justru tahu hampir semua hal tentang orang yang dia benci. Dia akan terus mencari informasi untuk mencari kekurangan dari yang dia benci. Maka dari itu, banyak juga artis yang justru dikenal karena haters.
Nah untuk kamu kamu yang broken heart or apapun lah, mending jangan terlalu over stalking akunnya deh. Yang masih level rendah saja bisa sakit hati, apalagi yang akut?Haha. Stalking akun sih boleh-boleh saja, tapi jangan berlebihan. Santai saja lah, wong tidak perlu stalking juga tetep bisa tahu aktivitasnya. Bagaimana? Ya tinggal tanya saja.
Hehe itu deh sedikit cerita dariku, semoga bisa berguna dan bermanfaat.

0 komentar:
Post a Comment