Jujur saja, artikel kali ini copy paste hehe. Sebenarnya aku menemukan satu artikel curhatan yang lumayan keren dari kak Ervina Lutfi. Menurutku artikel ini sangat menarik, makanya aku membagikannya. Baca yuk!
Bukankah selalu kubilang
meski Pasifik mendadak surut
ataupun turun salju di Sahara
dan bangau-bangau kertas itu menari-nari cantik
bergumam memekik rasa
aku akan tetap mencintaimu!
Cinta yang sakit. Tiba-tiba hari ini Cicik mengingatkanku tentang origami kuno yang selalu dikaitkan dengan mitos seribu bangau kertas ketika kubawa beraneka kertas warna dalam kelas. Aku tertegun sebentar, memikirkan sesuatu. Sepertinya aku dan mitos ini dulu pernah saling berhubungan?
Memoriku kemudian berputar, mengingat sedikit kebodohan di masa lalu yang sekarang nyaris membuatku tersenyum. Tentang mitos seribu bangau kertas dan keinginan terkuat. Dulu aku selalu percaya, bahwa ketika aku menyelesaikan seribu origami berbentuk bangau kertas ini, maka keinginan terdalamku akan terkabulkan.
Hari itu di tahun ketigaku menjadi siswa SMP. Aku masih inget di dalam bis kota yang membawaku, Tira, Mocin, dan Iin menuju galeri pameran di Smanta mendadak galau untuk kami hentikan.
"Aku kok males liat pameran ya?"
"Aku iya ik.."
"Jalan aja yok?"
"Ke mana?"
"Ke mana aja! Makan-makan yang penting!"
"Ayok!"
Maka tujuan kita yang semula keren banget melihat pameran lukisan mendadak beralih ke sebuah Food Court. Saat itu di perjalanan aku masih ingat aku membawa banyak sekali selebaran hasil sosialiasi SMA yang sama sekali nggak kita minatin. Hari itu aku udah mendapatkan kepastianku, aku di Semarang, Mocin di Salatiga dan Tira serta Iin tetep di Pati. Kupandangi berkali-kali selebaran konyol itu. Sampai akhirnya Tira membuka percakapan mengenai Jepang dan origami.
Tentang mitos-mitosnya yang sampai sekarang masih hidup di kepala-kepala kami, sekumpulan anak-anak kronis yang kerjaannya selalu bikin rusuh. Entah bagaimana ceritanya mendadak kami semua sepakat untuk percaya bahwa kami sesungguhnya mempunyai suatu keinginan terkuat dan dengan seribu origami berbentuk bangau kertas itu, ada kemungkinan kita bisa mendapatkannya.
Berbulan-bulan setelahnya..
Kami mulai lupa dengan origami itu, sampai kemudian aku menyadari aku memang benar-benar sangat menginginkan sesuatu! Kau taulah apa~
Hmmm aku menyukai seseorang. Entah ini cinta atau bodoh, tapi aku sesungguhnya sama sekali nggak mengenalnya. Jauh dengan dia, bahkan saat itu aku tidak tau dia ada di mana, apakah dia masih hidup atau sudah mati? Apakah dia mengenalku? Tentu saja tidak!
Tapi aku menginginkannya, sampai kapanpun aku menginginkannya!
Maka tanganku kemudian begitu terampil mengolah kertas-kertas itu menjadi berpuluh-puluh, beratus bangau kertas yang nggak jelas sekarang ada di mana. Sembari berharap, semoga obrolan idiot kita yang dulu itu benar-benar nyata. Semoga memang benar ketika aku menyelesaikan seribu origami ini, keinginanku terkabul.
Dan aku selesai. Kutunggu berhari-hari, kenapa aku tak jua mendapatkan sesuatu yang kuinginkan itu?
Berminggu-minggu..
Berbulan-bulan..
Nyaris aku melupakan peristiwa seribu bangau kertas itu sampai hari ini ketika berbondong-bondong teman-temanku membuat origami berbentuk bangau kertas yang kecil-kecil itu. Aku ingat sesuatu, ya! Percayalah aku dulu sangat menginginkannya!
Tapi kemudian aku menyadari sesuatu. Tira nggak berbohong, teman-temanku juga nggak salah mempercayai mitos itu. Ketika kalian menyelesaikan seribu origami bangau kertas itu, keinginan terdalam kalian akan terkabul. Itu benar, karena disadari atau tidak, sesungguhnya keinginan terdalam kalian, keinginan terdalam kami saat itu adalah menyelesaikan seribu bangau kertas.
Dan hmm percayalah..
Dulu aku sangat bodoh karena aku menginginkan seseorang lewat seribu bangau kertas itu. Padahal, mengetahui kenyataan sekarang.... nyakitin nggak sih ternyata setelah bangau kertas itu lebih dari seribu buah, dia udah sama orang lain :)
Nggak papa, kurasa aku nggak kecewa. Aku pun masih sulit menyadari apa yang kurasakan saat itu.
Meskipun tak mungkin lagiTuk menjadi pasangankuNamun ku yakini cintaKau kekasih hatiTerkadang pintu surgaSukar dimengertiSemua ini kita terlambat

0 komentar:
Post a Comment