Menjaga dari Jauh

Sebelumnya, disclaimer dulu ini adalah tulisan dari draft tahun 2014 tanpa editing langsung posting ya. Sudah lama sekali tidak menulis, nemu tulisan waktu usia 19 tahun langsung mengucap masyaaAllah hihi. Yakin banget blog ini jika ibarat rumah sudah penuh dengan sarang laba-laba, tak berpenghuni dan mungkin orang yang mau masuk pun pikir pikir lagi wkwk. Sepertinya draft lain juga cocok diposting. Bertahap ya :)

Makna menjaga, terkadang sering diartikan denga selalu bersama dan mengikuti kemanapun seseorang pergi. Namun makna sesungguhnya tidak harus seperti itu. Menjaga seseorang yang kita cintai atau sayangi tak harus dengan menyertainya, lantas bagaimana? Bukankah pembuktian cinta dan kasih sayang adalah dengan membersamai?

Dewasa ini, pacaran menjadi hal yang sangat sangat biasa dan seolah pantas dipertontonkan. Padahal sudah jelas sebagai umat muslim, kita tahu bahwasanya tidak ada istilah pacaran sebagai jalan keluar ataupun perwujudan kasih sayang. Bahkan anjuran jika jatuh cinta namun belum siap menikahi maka jauhilah, dan berpuasalah. Tetapi hal yang paling tepat jika seseorang jatuh cinta, terutama lelaki ya nikahi hihi. Belum siap, nanti istriku mau dikasih makan apa? Nah kan, pesimisme seperti ini yang sering terjadi. Padahal rezeki sudah dijamin, bahkan Allah menjamin bahwa rezekimu sebelum menikah akan cukup untuk dirimu sendiri dan rezekimu setelah menikah akan cukup untukmu dan istrimu, pun setelah memiliki anak, itu juga akan cukup. Apa kurang jaminan ini? 

Namun demikian, jika kita merasa belum mampu menikah dan takut akan dosa baiknya kita menjaga seseorang yang kita cinta melalui doa. Allah tahu, Allah mendengar doa kita. Jodih itu takdir yang memang harus diikhtiarkan salah satunya melalui doa. Maka ketimbang mengikat seseorang melalui pacaran yang tidak jelas arahnya dan membuka jalan maksiat bukankah lebih baik mendoakannya di sepertiga malam?

Ingatlah cerita Fatimah putri Rasulullah dan Ali bin Abu thalib. Kisah cinta yang sudah terpendam sejak lama, kisah cintanya sangat terjaga kerahasiaannya dalam kata, sikap dan ekspresi mereka bahkan konon syaithanpun tak bisa mengendusnya, mereka bisa menjaga izzah mereka, hingga Allah telah menghalalkannya.

Singkat cerita Ali memendam cinta pada Fatimah, putri Rasulullah SAW. Hingga suatu ketika Fatimah dilamar oleh Abu Bakar Ash Shiddiq sahabat Rasulullah yang luar biasa perjuangannya untuk agama Islam saat itu. mendengar berita ini Ali terkejut dan tersentak jiwanya, muncul rasa-rasa yang diapun tak mengerti, Ali merasa diuji karena terasa apalah dirinya jika dibanding dengan Abu Bakar kedudukannya disisi nabi. Dari sisi finansial Abu Bakar seorang saudagar, tentu akan lebih bisa membahagiakan Fatimah, sementara Ali?, hanya pemuda miskin dari keluarga miskin.

Melihat dan memperhitungkan hal ini, Ali ikhlas dan bahagia jika Fatimah bersama Abu Bakar, meskipun ia tak mampu membohongi rasa-rasa dalam hatinya yang ia sendiri tak mengerti, apakah mungkin itu yang namanya cinta?

Namun ternyata lamaran Abu Bakar ditolak oleh Fatimah sehingga hal ini menumbuhkan kembali harapannya. Ali kembali mempersiapkan diri, berharap dia masih memiliki kesempatan itu.

Namun ujian bagi Ali belum berakhir, setelah Abu Bakar mundur muncullahUmar ibn Al Khathab. Pemisah antara kebenaran dan kebatilan juga datang melamar Fatimah. Ali pun ridha jika Fatimah menikah dengan Umar, ia bahagia jika Fatimah bisa bersama dengan sahabat kedua terbaik Rasulullah setelah Abu Bakar yang mana Rasulullah sampai mengatakan “Aku datang bersama Umar dan Abu Bakar”. Namun kemudian Ali pun semakin bingung karena ternyata lamaran Umar pun ditolak.


Setelah itu menyusul Abdurahman bin Auf melamar sang putri dengan membawa 100 unta bermata biru dari mesir dan 10.000 Dinnar, kalo diuangkan dalam rupiah kira kira 55 milyar. Dan lamaran bermilyar-milyar itupun ditolak oleh Rasulullah.

Akan tetapi kekhawatiran Ali bin Abi Thalib belum berakhir sampai di sini karena ternyata sahabat yang lainpun melamar sang Az Zahra. Usman bin Affanpun memberanikan dirinya melamar sang putri, dengan mahar seperti yang dibawa oleh Abdurrahman bin Auf, hanya ia menegaskan kembali bahwa kedudukannya lebih mulia di banding Abdurrahman bin Auf karena ia telah lebih dahulu masuk islam.

Tidak disangkaa tidak diduga, ternyata Rasulullahpun menolak lamaran Usman bin Affan. Empat sahabat sudah memberanikan diri dan mereka semua telah ditolak oleh Rasulullah SAW.

Ali dengan dukungan sahabat sahabatnya pun memberanikah diri melamar Fatimah. Dan tanpa diduga, lamarannya diterima oleh Fatimah. Dan tahukah apa mahar yang diminta? Rasulullah hanya meminta baju besi milik Ali. Kemudian ia menjualnya dan uangnya untuk mahar pernikahan.

Dan malam harinya setelah dihalalkan oleh Allah SWT, terjadilah dialog yang sangat menggetarkan. Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah keduanya menikah, Fatimah berkata kepada Ali,”Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu, aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta kepada seorang pemuda dan aku ingin menikah dengannya”,

Ali pun bertanya mengapa ia tak mau menikah dengannya, dan apakah Fatimah menyesal menikah dengannya.

Sambil tersenyum Fatimah menjawab, “Pemuda itu adalah dirimu.”

Masyaa Allah indah bukan? Ini jauh lebih indah daripada katakata cinta yang tidak diiringi dengan tindakan. Omong tok istilahnya :’)

Nah itulah sedikit makna dan cerita tentang menjaga dari jauh. Betapa Ali dan Fatimah saling mencintai dalam diam, dan mendoakan diam diam pastinya. Betapa Ali yang takut karena dia hanyalah pemuda miskin dan tidak bisa memberikan hidup mewah pada Fatimah, tetapi nyatanya Ialah yang dinantikan oleh Fatimah.

Bagaimana dengan kita? Tentu kita memang bukanlah manusia yang sehebat mereka, putri dan sahabat Rasulullah. Tapi tidak ada salahnya kita juga meneladani kisah mereka dan menerapkan di kehidupan kita. Indah bukan jika kisah kita seperti mereka? :)

1 komentar:

Anonymous said...

Maaf, bagaimana jika ada seseorang yg ingin mendekati anda, katakanlah ta'aruf. Tetapi baik dari segi pendidikan, pekerjaan, dan ekonomi dia dibawah anda, apakah anda akan tetap memberikan kesempatan kepadanya ??

Post a Comment


up