Hai Hati..

Hai hati, apa kabar?
Kuharap kamu baik-baik saja ya. Semoga tidak terjadi apa-apa padamu setelah apa yang kamu lalui selama ini. Pasti berat ya memendam perasaan sendiri? Maaf ya, jika aku tidak pernah membiarkanmu melepas dan mencurahkan apa yang ada di dalam dirimu. Bukankah dipendam lebih baik? Aku yakin kamu akan merasa lebih baik begitu, iya kan?
Pasti juga berat ya bagimu memendam amarah sendirian? Tapi maaf jika aku tidak pernah bisa meluapkannya dan membuatmu lega. Tapi bukankah itu juga lebih membuatmu tenang, iya kan?
Oh iya hati, apa kabar? Pasti juga berat ya memendam cinta sendirian? Tapi aku paham kamu pasti tidak akan terima dan merasa malu jika aku mengungkapkannya, iya kan? kamu pasti akan lebih memilih untuk menyimpannya, karena hal itu lebih membuatmu tenang kan.
Hai hati.. Apapun yang terjadi jangan menangis, jangan sedih, dan jangan pernah menyesali kediamanmu. Aku paham bagaimana kamu, dan aku yakin bahwa kamu benar-benar hati yang baik dan suci :).

Markus Feehily is Back!!

Setelah sekian lama aku menunggu-nunggu kedatangan mantan kekasihku, oh bukan dia masih kekasihku sampai saat ini. Dan akhirnya cowok ganteng bersuara emas ini mengeluarkan single terbarunya yang berjudul 'Butterfly'. Sumpah, lagunya keren banget! begitu dengar untuk pertama kalinya aku langsung jatuh cinta. haha sudahlah lebay banget ya.Kalau begitu kita dengarkan saja...


Merangkai Kota Ala The Sims

Jadi ceritanya beberapa hari ini aku sering bermain game the sims. Tahu kan gamenya? Iya, game simulator kehidupan dimana kita bisa membuat dan menjalankan sebuah kehidupan. Bekerja, memasak, tidur, mandi, berkeluarga sampai punya anak pun bisa, bahkan kalau mau punya anak kembar juga bisa. Ajaib ya! Kadang aku berpikir kenapa konsep kota di the sims tidak

MELUKIS BAYANGAN MAMA...

Jenar mengecek handphone untuk kesekian kalinya, dan layar handphone warna merah muda itu masih saja kosong. Tidak ada sms maupun miss call dari orang yang paling ia tunggu, papa. Iya, hari ini papa berencana pulang setelah sebulan bertugas di luar kota. Jenar sudah sangat rindu pada papanya, karena hanya papa yang selalu ada untuk Jenar. Di usianya yang sudah hampir 21 tahun bahkan Jenar tidak tertarik untuk memiliki hubungan spesial dengan kekasih ataupun teman dekat pria. Alasannya hanya satu, ia tidak ingin meninggalkan papa yang memang sudah hidup sendiri sejak Jenar masih bayi. Jenar bahkan tidak pernah melihat sosok mama yang telah melahirkannya. Ia hanya tahu satu hal, pastilah mama meninggalkan papa, dan tentu saja dirinya. Benci, iya hanyalah benci yang ada di dalam hati Jenar, tanpa pernah menanyakan cerita sebenarnya pada papanya.
Nada tanda sms berbunyi, buru-buru Jenar membukanya, "Jenar, yuk ntar malem ke kafe sendok. Daripada lu bengong sendirian, diajakin Gilang juga nih". Ah, kok bukan papa sih, batin Jenar. Memang harusnya malam ini

up