Label:
Entertanment,
Knowledge
Temen-temen, cerita ini hanya fiktif ya. Jika ada kesamaan nama tokoh dan cerita, pasti hanya kebetulan :)
Malam makin larut, sudah tidak terdengar suara apapun lagi selain mp3 dari laptopku dan tanganku yang makin lambat mengetik tugas makalahku. Aku masih penasaran dengan sosok pembantu baru yang kata mamaku anaknya mbok Inem, Siti namanya. Kata mama Siti anaknya seusia aku, hanya saja dia tidak meneruskan sekolahnya lagi. Maklum saja orang kampung dan karena keterbatasan biaya. Tapi, kata mama
Malam makin larut, sudah tidak terdengar suara apapun lagi selain mp3 dari laptopku dan tanganku yang makin lambat mengetik tugas makalahku. Aku masih penasaran dengan sosok pembantu baru yang kata mamaku anaknya mbok Inem, Siti namanya. Kata mama Siti anaknya seusia aku, hanya saja dia tidak meneruskan sekolahnya lagi. Maklum saja orang kampung dan karena keterbatasan biaya. Tapi, kata mama
Hello!!! Gimana nih kabarnya? Baik-baik dan cetar membahenol
ya…
Hehe alay banget. Oh, iya beberapa bulan ini aku disibukkan
dengan jadwal kuliah yang cukup padat merayap. But, sekarang semua tugas dan
beban ujian udah selesai nih. Kita doakan saja si IP, semoga jadi cantik ya
angkanya, minimal 5.00 lah..hehehe Agak dibedakin nggakpapa kali yaa, trus
dipakein lipstick sama eye shadow..
Oh, ya.. satu hal yang aku tahu dan menjadi pelajaran selama
aku kuliah adalah betapa susahnya orang tua kita cari uang. Gimana enggak? Coba
saja kita cari uang yang bener-bener mandiri
Tiap
jejak langkahku
Mengisyaratkan
kerinduan
Rindu
yang begitu besar tuk bertemu denganmu
Wahai
Rasulullah
Akankah
bisa diri penuh dosa ini melihat engkau ya Habibullah
Rindu
ini sungguh nyata tak terbendung
Wahai
kekasih Allah, pantaskah aku menemuimu?
Setiap
solawat kupanjatkan
Mengagungkan
kemuliaanmu, Wahai Nabi Muhammad
Tiada
mungkin kutemui sosok sepertimu di dunia ini
Ya
Rasulullah..
Aku
merindukanmu layaknya padang pasir yang merindukan air
Bawalah
aku pada jalan lurusmu
Jalan
untuk menemuimu
Subscribe to:
Posts (Atom)



