Manfaat Puasa Untuk Otak Kita

Hello everybody! Sudah sekian lamanya saya tidak posting di blog ini. Habisnya kegiatan banyak banget sih. Maklum baru aja move on dari SMA, kan kegiatan banyak tuh. Yaudah deh, ini kan bulan puasa ya jadinya aku mau mengucapkan,"Selamat Menunaikan Bulan Puasa ya buat yang menjalankan".
Oke, di malam yang dingin ini, jiahh. aku mau posting hikmah-hikmah puasa nih buat kita-kita. So, Cekidot!
Saat kita berpuasa, tentunya pola makan mengalami perubahan donk dibanding hari-hari biasa di luar bulan Ramadan. Alhasil, banyak perubahan terjadi pada tubuh mulai dari sistem pencernaan hingga otak. Nah, karena sewaktu puasa ada pelepasan hormon yang mengganggu cara tubuh dalam perubahan makanan menjadi energi, maka jumlah mitokondria dalam neuron otak (yang memberitahu sinyal lapar) akan meningkat. 
Uniknya, ternyata puasa memberikan manfaat bagi tubuh kita. Bagi otak, ternyata selang waktu makan dapat melindungi otak kiri kita dari penyakit seperti Alzheimer dan Parkinson seperti hasil studi yang dilakukan National Institute on Aging. Peneliti menjelaskan, pembatasan diet dapat merangsang produksi neuron baru dari sel induk (neurogenesis) dan dapat meningkatkan plastisitas sinaptik, yang dapat meningkatkan kemampuan otak untuk melawan penuaan dan memulihkan cedera fungsi lanjutan.Maka dari itu, meningkatkan interval waktu antara waktu makan dapat bermanfaat bagi otak, bahkan ketika jumlah makanan meningkat dan tak ada penurunan asupan kalori. Selain itu, tingkat gula darah yang rendah selama puasa dapat mengunci otak ke dalam tahapan tidur nyenyak. Hal ini akan berdampak baik karena proses perbaikan tubuh dan otak terjadi selama tidur. Jadinya, tidur kita lebih berkualitas saat puasa. 
Selain itu, puasa ternyata juga membantu otak kita untuk lebih banyak menyerap informasi dari luar. Apabila seseorang melakukan perbuatan baik secara terus-menerus dalam hal ini puasa yang berkualitas, struktur otaknya akan berubah. Waktu yang diperlukan untuk mengubah sel saraf minimal 21 hari. Selain membentuk struktur otak baru, puasa juga dapat merelaksasi sistem saraf, terutama otak. Selama puasa, sistem pencernaan benar-benar beristirahat saat siang hari, sementara itu di dalam otak orang yang berpuasa justru terjadi pengelolaan informasi yang cukup banyak. Hebat kan?
Di dalam otak, terdapat sel yang disebut sebagai neuroglial cells. Fungsinya untuk pembersih otak. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit akan 'dimakan' oleh sel-sel neuroglial ini. Maka tidak mengherankan jika ternyata Fisikawan terkemuka dunia, Albert Einstein dikenal sebagai orang yang suka berpuasa. Ketika mendonasikan tubuhnya, para ilmuwan menemukan sel-sel neuroglial di dalam otak Einstein 73 persen lebih banyak dibandingkan orang kebanyakan.
Sebuah penelitian yang dilakukan John Rately, seorang psikiater dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori meningkatkan kinerja otak. Dengan alat functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI), Rately memantau kondisi otak orang yang berpuasa dan yang tidak. Hasilnya, orang yang berpuasa memiliki aktivitas motor korteks yang meningkat secara konsisten dan signifikan. Kita berpuasa dengan menahan rasa haus dan lapar selama kurang lebih 14 jam. Terkadang banyak orang-orang yang terlihat lesu dan kurang bersemangat. persepsi itu sudah saatnya dihilangkan mengingat manfaat puasa bagi otak begitu menakjubkan.
Maka dari itu, ayo kita mulai meningkatkan puasa kita bukan hanya dari segi kuantitas, melainkan juga segi kualitasnya. Happy Fasting All!

0 komentar:

Post a Comment


up