Dia Rosalind Franklin

Hari ini Google memperingati hari kelahiran Rosalind Franklin. Siapa sih Rosalind Franklin? Mungkin sebagian dari kalian bingung kan, kenapa ia bisa sebegitu dikenang dan diperingati di Google. Baiklah, kali ini aku mau sedikit mengulas tentang perjalanan Rosalind Franklin.
Rosalind Elsie Franklin lahir pada hari ini, tepatnya pada tahun 1920 di Notting Hill, London. Ia adalah sosok yang sangat menyukai fakta, dan semenjak kecil Franklin bersekolah di sekolah khusus wanita yang mengajarkan tentang fisika dan kimia. Sang ayah mendukung Franklin agar mengenyam pendidikan yang tinggi. Ia memutuskan untuk menjadi seorang scientis dengan sifatnya yang selalu berfikir logis dan tepat. Begitulah keputusan itu ia ambil saat usianya 15 tahun. Ia lulus ujian masuk Universitas Cambridge pada tahun 1938, dan mencetuskan krisis keluarga.  Namun, ayahnya menolak hal itu dan tidak mau membayar, akhirnya bibi Franklin mau menanggung biayanya. Karena sang ibu mendukung keputusan bibinya, akhirnya ayah Franklin mau mengalah. Alhasil, ia mendapatkan gelar Doktornya.

 Franklin terus aktif melakukan penelitian-penelitian selama hidupnya diantaranya Ia mempelopori penggunaan metode ini dalam menganalisis bahan yang rumit dan tak teratur seperti molekul biologis yang besar, dan tak hanya kristal tunggal. Ia juga meneliti tentang struktur DNA. Dalam sejarah, memang yang tercatat menemukan struktur DNA adalah James D. Watson dan Francis Crick. Keduanya mendapatkan Nobel Prize dalam Physiology or Medicice. Penemuan DNA diibaratkan perlombaan antarpeneliti waktu itu, Rosaline Franklin pun mengalami hal itu.
Franklin memulai eksperimen DNA ketika ia bekerja di King’s College. sebelum Franklin datang ke King’s College, sudah ada Maurice Wilkins dan Raymond Gosling yang mengerjakan proyek DNA tersebut. Akan tetapi, tanpa sepengetahuan Wilkins, Randall meminta Franklin untuk membimbing Gosling dalam menyelesaikan thesis doktoralnya tentang difraksi DNA. Berawal dari situlah, hubungan antara Franklin dan Wilkins menjadi tidak baik dan sering terjadi kesalahpahaman.
Pada saat itu ditemukan bahwa pada dua bentukan DNA, yaitu pada saat basah serat DNA akan menjadi panjang dan tipis. Sedangkan pada saat kering serat DNA akan berbentuk pendek dan berisi. Dua macam data DNA tersebut diistilahkan sebagai DNA ‘A’ dan ‘B’. Sehingga Franklin dan Wilkins membagi pekerjaan tersebut, Franklin memilih data DNA ‘A’ sedangkan Wilkins adalah DNA ‘B’. Kemudian pada akhirnya Franklin dan Gosling berhasil mendapatkan data gambar hasil difraksi X-Ray DNA ‘A’ tersebut. Hingga seorang ilmuwan J. D. Bernal berpendapat bahwa, “The most beautiful X-ray photographs of any substance ever taken.” Dan foto ini terkenal dengan nama “Photo 51”.
Pada tahun 1952, Franklin bersama Gosling bekerja dengan menggunakan Patterson function(salah satu penghitungan dalam kristalografi). Cara ini membuat mereka harus berusaha keras, tetapi akhirnya mereka mendapatkan titik pencerahan tentang struktur dari molekul tersebut. Dan Franklin pun menyimpulkan bahwa struktur DNA adalah double helix, bukan helix. Padahal pada awalnya ia begitu kukuh bahwa struktur DNA adalah helix.
Franklin mulai menulis tentang double helix DNA pada tahun 1953. Ia berhasil menulis tiga draft, dua manuskrip tentang DNA ‘A’ telah diajukan pada Acta Crystallographica, sehari sebelum Crick dan Watson dari Chambridge University menyelesaikan modelnya. Dan satu manuskrip sisanya tentang DNA ‘B’ dipublikasikan oleh koleganya, Aaron Klug di Nature tahun 1953. Sementara itu, Franklin harus memberikan informasi pada Charmbridge University terkait kerjasamanya antara Chambridge University dan King’s University. Bentuk kerjasama mereka adalah, Franklin dan Gosling memberi informasi melalui photo 51. Kemudian, Pauling dan Corey dari Chambridge University akan mendeskripsikan molekulnya.
Suatu hari, Watson berkunjung ke King's College dengan membawa proposal Linus Pauling yang salah tentang struktur DNA. Watson bermaksud menemui Wilkins, namun akhirnya bertemu dengan Franklin dan membicarakan kerjasamanya tentang strukur DNA sebelum Linus Pauling menyadari kesalahan proposalnya. Franklin menjadi marah apalagi ketika Watson berpendapat bahwa Franklin tidak bisa bekerja sendirian dalam menginterpretasikan datanya. Akhirnya Watson pun mundur dan berbalik pada Wilkins. Mendengar cerita Watson akhirnya Wilkins bersimpati dan tanpa sepengetahuan Franklin, Wilkins menunjukkan data photo 51 yang terkenal tersebut. Sementara itu, Watson pun menunjukkan pada Wilkins tentang manuskrip publikasi  Pauling dan Corey.
Pada tahun 1953 saat Franklin masih melakukan revisi dalam artikel manuskrip terakhir di nature, ternyata Crick dan Watson telah mempublikasikan tentang deskripsidouble helix DNA ke Nature. Yang membuat Wilkins dan Franklin kecewa adalah dalam publikasi Crick dan Watson mencantumkan bahwa Franklin dan Wilkins hanya sebagai‘unpublished’ kontribusi.
Pada tahun itu juga, Franklin pindah ke Birkbeck College. Di tempat barunya itu, akhirnya dia menemukan struktur dari Tobacco Mosaic Virus (TMV) bersama dengan Aaron Klug. Dan pada tahun 1957, Franklin bekerja dalam virus polio.
Selama kunjungan profesional ke Amerika Serikat, ia mengetahui bahwa dirinya mengidap kanker rahim. Ia terus berusaha bangkit dari sakitnya, melalui 3 operasi dan kemoterapi eksperimental dan remisi 10 bulan. Ia berkarya sampai beberapa minggu sebelum kematiannya pada tahun 1958 pada usia 37.
Sepeninggal Franklin, banyak sekali kontroversi yang beredar di kalangan dunia scientist. Salah satunya adalah bahwa scientist wanita masih tidak diperbolehkan melakukan publikasi ilmiah. Selain isu tersebut, ada isu lain tentang penerimaan nobel prize. Seharusnya dalam kasus ini Franklin pun mendapat nobel prize. Akan tetapi karena Franklin telah meninggal, maka nobel prize tidak berhak diterima oleh Franklin.
Itulah kisah hidup Franklin. Banyak hal yang bisa kita ambil, tentang kerja kerasnya dan juga kemauannya yang keras. Ia juga tetap berkarya meskipun penyakit mematikan barsarang di tubuhnya. Itulah yang membuatnya hebat dan akan terus dikenang.

0 komentar:

Post a Comment


up