Tradisi Lebaran di Berbagai Negara


Woo, sebentar lagi Hari Raya Idul Fitri datang! Kurang dari seminggu lagi, kita akan menyambut hari raya semua umat ini. Nah, apa kamu sudah mempersiapkan segalanya jelang Lebaran? Pastinya, bukan hanya baju baru, sepatu baru, bahkan rumah juga ada yang baru. Hehe terlalu lebay. Ngomong-ngomong masalah Lebaran, ada tradisi berbeda-beda ditunjukan oleh berbagai negara. Mau tahu? Yuk kia simak.

1. Di Iran
Di Iran, Idul Fitri disebut Eyde Fetr. Tradisi yang selalu dlakukan negara ini, adalah menyajikan makanan berbahan daging. Tradisi di Iran, bahwa daging yang dimasak tersebut harus dibagikan kepada orang lain. Daging yang biasanya menjadi bahan dasar adalah daging domba atau sapi.
2. Di Arab Saudi
Di sini, perayaan banyak digelar untuk menyambut hari raya. Seperti pagelaran teater, pembacaan puisi, parade, pertunjukan musik, dan sebagainya. Budaya ketika Lebaran, laki-laki mengenakan thoub atau baju tradisional berupa jubah panjang berwarna putih lengkap dengan selendang ogal. Adapun perempuannya melukiskan henna di tangan mereka. Aneka hadiah dibagikan, orang dewasa memberikan hadiah kepada sesama. Layaknya di Indonesia, anak-anak mendapatkan uang dari para sanak saudara. Hal ini dilakukan di Uni Emirat Arab.
Mereka mendekorasi rumahnya sedemikian rupa agar tampak lebih indah demi menyambut Hari Raya Idul Fitri. Hidangan bagi para tamu pun dipersiapkan dengan harga yang mahal, seperti potongan daging domba yang dicampur dengan nasi dan sayuran tradisional.Di Riyadh, sejumlah perayaan digelar, seperti pagelaran teater, pembacan puisi, parade, dan sejumlah program yang diadakan khusus wanita. Bahkan juga ada pertunjukkan musik tradisional, balap mobil, dan sepeda.
3. Di China
Perayaan Lebaran di China tergolong sangat meriah. Di Xianjiang kaum pria mengenakan jas khas dan kopiah putih, sementara wanita memakai baju hangat dan kerudung setengah tutup. Seusai salat Idul Fitri, pesta makan dan bersilaturahim pun dilakukan. Hari Raya Idul Fitri di sana telah ditetapkan sebagai hari libur.
Di provinsi Yunnan, beberapa umat Muslim mengunjungi makam leluhur dan makam tokoh Muslim setempat. Di sana, mereka membaca Al Qur’an dan membersihkan makam. Hal ini mengingatkan festival tahunan bersejarah Qingming Cina, di mana orang para umat mengunjungi makam nenek moyang mereka, menyapu dan membersihkan daerah itu, serta membuat persembahan makanan. Ritual doa ini dilakukan khusus untuk menghormati ratusan ribu Muslim yang tewas selama Dinasti Qing, dan ratusan yang tewas selama Revolusi Kebudayaan.
4. Di Nigeria
Nigeria adalah negara yang penduduknya sebagian besar diisi orang Islam dan Kristen. Maka, tak heran jika perayaan Idul Fitri di negara ini meriah. Saat Idul Fitri, di Nigeria juga ada budaya mudik untuk mengunjungi saudara di kampung halaman. Selain orang yang beragama Islam, kaum Kristen juga merayakan hari raya Idul Fitri. Di Nigeria, Idul Fitri dikenal sebagai “Sallah Kecil” dan umumnya orang saling menyapa dengan ucapan tradisional: “Barka Da Sallah,” yang berarti “Salam di Sallah” dalam bahasa Hausa. Idul Fitri pun juga ditetapkan sebagai hari libur selama dua hari di negara ini.
5. Di Amerika
Di Amerika, perayaan hari raya Idul Fitri agak berbeda. Masyarakat muslim di Amerika memberikan ucapan selamat pada kerabat melalui e-mail, telepon, atau sarana komunikasi lainnya. Mereka akan bangun sangat pagi untuk menyiapkan hidangan hari raya dan memakai pakaian baru mereka. Pakaian yang dikenakan cukup unik, yakni setiap masyarakat kebanyakan memakai pakaian khas dari negara mereka, karena sebagian besar dari mereka adalah imigran. Setelah sholat Ied, ada khotbah sama seperti pada negara kita. Lalu umat muslim saling memeluk memberi maaf satu sama lain. Di Amerika, umat Muslim merayakan Idul Fitri dengan saling memberi dan menerima hadiah.
6. Di Eropa
Di Eropa, hari raya Idul Fitri tidak dirayakan secara meriah. Seperti di Inggris, masyarakat merayakan hari raya Idul Fitri dengan biasa dan seperti tdak ada apa-apa. Bahkan, para muslim di Inggris harus mencari informasi mengenai Idul Fitri. Hari liburpun tidak ada, hanya kantor-kantor tertentu saja yang memberikan libur selama satu hari bagi pegawainya.
7. Di Australia
Australia memberikan kebebasan bagi masyarakatnya untuk mengekspresikan dan mempraktikkan agama mereka. Termasuk bagi masyarakat yang beragama Islam, meskipun negara ini adalah negara non-Muslim dan sekuler. Umat muslim pun diberikan kebijakan untuk libur saat hari raya Idul Fitri. Semenjak tahun 1987, tradisi Idul Fitri di Australia di meriahkan dalam format festival multi kultur yang diselenggarakan di Sydney. Festival ini telah berkembang dengan melibatkan puluhan ribu Muslim dan non-Muslim. Bahkan beberapa tamu penting hingga pejabat negara berkenan hadir sebagai tamu undangan.
8. Di Afrika Selatan
Hampir sama seperti di Indonesia, mereka juga mengunjungi keluarga saat Idul Fitri. Hanya saja ada yang unik dari tradisi mereka. Menjelang Idul Fitri mereka biasanya berkumpul di Home Town untuk bersama-sama melihat bulan. Menjelang berbuka puasa, mereka sudah berkumpul bersama kerabat sambil asik berbincang-bincang, menunggu munculnya Bulan.
9. Di India
Jama Masjid yang terletak di Kota New Delhi menjadi tempat para jamaah untuk melaksanakan sholat Ied. Mereka juga menyiapkan hidangan khusus yang disebut dengan siwaiyaan, yakni campuran bihun manis dengan buah kering dan susu. Siwaiyaan hadir dalam beragam benntuk dan warna.
10. Di Fiji
Meski negara kecil ini dihuni oleh masyarakat yang mayoritas beragama non-muslim, namun perayaan Idul fitri tetap ada. Hidangan  special khas Idul Fitri di negara ini adalah samai, mi manis yang dicampur dengan susu. Samai disajikan bersama samosas, sejenis kari ayam atau daging. Uniknya, hanya kaum pria yang datang ke masjid untuk shalat Id. Di beberapa bagian di Fiji, perempuan tidak pergi ke masjid.
11. Di Suriname
Seperti yang kita ketahui, penduduk Suriname adalah penduduk dari Jawa yang awalnya ke negeri itu sebagai kuli kontrak pada masa penjajahan Belanda. Tradisi Ied Mubarok di negara ini bisa dibilang sangat unik karena penetapan hari lebaran dilakukan berdasarkan perhitungan mereka sendiri dengan menggunakan prajangka atau perhitungan ala primbon Jawa peninggalan nenek moyang sejak ratusan tahun lalu.
12. Di Mesir
Di Mesir, saat lebaran masyarakat yang beragama Islam berbondong-bondong pergi ke Sungai Nil untuk merayakannya bersama-sama. Hal inipun menyebabkan jalanan menjadi macet.
13. Di Pakistan
Sama halnya dengan di Indonesia, warga Pakistan juga membeli baju baru untuk merayakan hari raya Idul Fitri. Hanya saja, mereka umumnya berbelanja pada melam Idul Fitri. Umat wanita di Negara ini menghiasi tangannya dengan Henna yang terbuat dari tumbuhan dan berpakaian warna-warni.
14. Di Malaysia
Di Negara tetangga ini ternyata perayaan Idul Fitri hampir sama dengan negara kita. Sebagai hidangan khas, masyarakat Malaysia makan ketupat, lemang, lontong, dan rendang. Setelah shalat Id, mereka berziarah ke makam kerabat. Di rumah anak-anak akan memberikan hormat kepada orangtua. Orang yang sudah dewasa dan berpenghasilan memberikan uang kepada kerabat yang lebih muda.
Nah, itulah tradisi Lebaran di berbagai negara. Memang setiap negara memiliki keunikan yang berbeda dari negara lain. Meski begitu, Hari Raya Idul Fitri tetaplah harus kita rayakan dengan penuh suka cita.
Baca juga artikel di Label Knowledge.

Referensi : http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016077455/kemeriahan-lebaran--tradisi-unik-berbagai-negara
http://toserba.co/hispedia/tradisi-lebaran-di-berbagai-negara/

0 komentar:

Post a Comment


up