Sorot Mata..

Gadis kecil itu akhirnya terbuka. Setelah sekian lama ia hidup dalam bayang-bayang kesepian, dan tak pernah punya teman satupun di hatinya. Teman yang mampu meredam segala dukanya, teman yang mampu menjadi kantong ajaib dimana ia bisa membuang segala duka dan luka terpendam, dan hilang begitu saja.
Hari ini ia menemukan satu perasaan tulus dari satu sorot mata yang terlihat begitu lembut. Sorot mata itu sangat tulus seperti tanpa sandiwara dan kebohongan. Membuka mata hati si gadis kecil dan begitu indahnya sampai ia pun tak ingin lepas dari pandangan mata itu.
Mungkin dalam hidupnya, si gadis kecil takkan menemukan lagi sorot itu di lain orang. Tak apa, meski seorang dengan sorot mata lembut itu bukan untuknya, asalkan si gadis kecil itu masih dapat menatap dan merasakan sorot mata lembut itu. Tak apa jika tulus yang terlihat itu palsu, setidaknya si gadis kecil itu pernah dihargai sebagai seorang manusia yang mulia.
"Mungkin takkan kutemukan lagi, seseorang dengan sorot mata lembut. Sepertimu.."

Inilah Alasanku Berhenti Menjadi Wanita Karir

Sore itu sembari menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar. Kulihat seseorang yang berpakaian rapi, berjilbab dan tertutup sedang duduk disamping masjid. Kelihatannya ia sedang menunggu seseorang juga. Aku mencoba menegurnya dan duduk disampingnya, mengucapkan salam, sembari berkenalan.
Dan akhirnya pembicaraan sampai pula pada pertanyaan itu. “Anti sudah menikah?”.
“Belum ”, jawabku datar.

A new year?

Hari ini tepat tanggal 1 Januari 2015, tanggal dan hari pertama di tahun yang baru. Coba kutebak, pasti kebanyakan pada bangun siang karena semalaman merayakan malam pergantian tahun. Iya kan? Nah, bagiku malam pergantian tahun bukan hanya melulu soal kembang api dan mercon kok, terlepas dari kenyataan bahwa

Kado untuk Ibu

Hari ini aku pulang kampung dalam keadaan hujan hujanan. Lumayan basah sih, tapi bukan itu yang ingin aku ceritakan sore ini. Dua hari yang lalu adalah hari ibu, hari dimana seluruh dunia memperingati bagaimana perjuangan seorang ibu melahirkan dan membesarkan kita. Aku pun termasuk yang mengucapkan selamat hari ibu pada ibuku tentunya.
Dan sore ini aku mencari kado untuk ibu. Ya, walaupun hujan aku tetep semangat dong. Meski sebenarnya aku penganut bahwa hari ibu bukan hanya 22 Desember saja tapi tidak ada salahnya kan jika memberi kado untuk ibu. Aku menyusuri pasar. Hihi memang terdengar tidak elit ketika mendengar kata pasar. Tapi tidak mengapa, asal yang kubeli bukan bayam, ya kan?
Aku sempat kepikiran membelokan dompet, akhirnya aku melihat-lihat dompet di stan perbelanjaan. Tapi astaga, harganya tidak ada yang murah hehe. Maklum kantong mahasiswa pastilah tudak tebel-tebel banget dan cenderung tipis. Setelah itu aku jalan lagi dan melihat toko perhiasan perak, murah memang tapi aku tidak terlalu srek.
Akhirnya mataku tertuju pada suatu benda kecil yang walaupun bentuknya kecil tapi sangat berguna. Jam. Warnanya keemasan, tidak terlalu mewah dan mahal. Kubeli juga jam itu, dan aku pulang ingin sekalo cepat-cepat memberikan hadiah itu pada ibuku.
Walhasil aku melihat ibu tersenyum senang meskipun hadiah yang kuberi tidak seberapa. Initinya meskipun hanya memberi sebuah hadiah yang sederhana, asalkan niatnya tulus dari hati pasti akan terasa indah. Dan buat ibu, I'm so truly, really, deeply love you forever ever after.


up